(KETAPANG)SMKN 1 Matan Hilir Selatan, Ketapang, melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) untuk siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) sebagai bagian dari evaluasi akhir mereka sebelum terjun ke dunia kerja. UKK ini melibatkan tim penguji dari Astra Motor Ketapang sebagai mitra industri yang memiliki pengalaman di bidang otomotif roda dua.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menilai kemampuan siswa dalam menguasai dan menerapkan keterampilan teknis yang relevan dengan standar industri otomotif. Para peserta diuji dalam berbagai bidang, seperti perawatan sepeda motor, perbaikan mesin, sistem kelistrikan, hingga teknologi injeksi pada sepeda motor masa kini.
Kepala SMKN 1 Matan Hilir Selatan, Israel Saul Monggaren Tangel, S.Pi, menekankan pentingnya UKK sebagai indikator kesiapan siswa menghadapi dunia kerja. “Kami berharap melalui ujian yang langsung melibatkan industri, siswa bisa meningkatkan rasa percaya diri mereka dan siap bersaing di dunia kerja,” ujar Israel.
Perwakilan Astra Motor Ketapang juga mengapresiasi keterampilan yang ditunjukkan oleh siswa-siswa tersebut. “Kami melihat potensi besar pada siswa SMKN 1 Matan Hilir Selatan. Dengan dukungan yang tepat, mereka memiliki kesempatan besar untuk bergabung dengan industri otomotif,” kata seorang penguji dari Astra Motor.
Pelaksanaan UKK ini memperlihatkan komitmen SMKN 1 Matan Hilir Selatan dalam menyiapkan lulusannya agar siap menghadapi tantangan dunia kerja. Melalui kemitraan dengan industri, diharapkan lulusan dapat langsung terserap di dunia kerja atau bahkan memulai usaha mereka sendiri di sektor otomotif.
Untuk tahun ajaran 2025, jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) kembali menyelenggarakan UKK bagi siswa kelas XII dengan peserta berjumlah 20 orang. Uji kompetensi berlangsung mulai 24 hingga 26 Februari 2025. Tim penguji terdiri dari dua penguji internal dan eksternal. Penguji internal adalah Rodi Hariansyah, S.Tr.T, guru kejuruan TSM, sementara penguji eksternal adalah Muhammad Hasyim, SPV mekanik dari Astra Honda Motor Ketapang.
UKK ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam mengaplikasikan ilmu teori yang didapat di sekolah dan keterampilan praktis yang diperoleh selama magang dan kerja sama dengan dunia usaha.
“Semoga kedepannya, SMK bisa lebih banyak menjaring siswa yang ingin mengembangkan keterampilan praktis dan teori yang seimbang. Kami juga terus berupaya mencetak lulusan yang siap berkarier dan berwirausaha. Untuk tahun ajaran 2025/2026, kami menargetkan jurusan TSM dapat menampung 50 siswa, dan kami berharap kuota tersebut dapat tercapai,” ujar salah satu perwakilan pihak sekolah.
Salah seorang peserta UKK, Akbar Rinullah, merasa bangga dengan pelaksanaan ujian ini. “Kami merasa tertantang dan senang. UKK ini memberikan gambaran jelas mengenai sejauh mana keterampilan dan pengetahuan yang kami peroleh selama tiga tahun, baik dari guru maupun mentor magang. Kami bisa mengetahui perkembangan kami sebagai calon mekanik sepeda motor,” ujarnya.
Dengan semangat yang tinggi, SMK Negeri 1 Matan Hilir Selatan terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi pada perkembangan industri otomotif Indonesia.